Pages

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 28 Maret 2017

PERAN PENTING PELATIH INDONESIA DI DUNIA BULU TANGKIS

sumber : http://www.rappler.com

Pebulu tangkis Tontowi Ahmad (kanan) dan Liliyana Natsir meluapkan kegembiraannya saat mengalahkan pasangan merebut emas di nomor ganda campuran bulu tangkis Olimpiade Rio 2016 pada 17 Agustus 2016. Foto oleh Mike Blake/Antara/Reuters

Pebulu tangkis Tontowi Ahmad (kanan) dan Liliyana Natsir meluapkan kegembiraannya saat mengalahkan pasangan merebut emas di nomor ganda campuran bulu tangkis Olimpiade Rio 2016 pada 17 Agustus 2016. Foto oleh Mike Blake/Antara/Reuters
JAKARTA, Indonesia — Cabang olahraga bulu tangkis selalu menjadi andalan Indonesia untuk mendapatkan medali di setiap ajang Olimpiade. Tak terkecuali pagelaran Olimpiade tahun ini di Rio de Janeiro, Brasil, di mana pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir berhasil merebut medali emas di nomor ganda campuran, pada Rabu, 17 Agustus.
Tapi, kemajuan olahraga ini tak sepenuhnya milik para atlet yang berlaga. Para pelatih pun turut ambil peran yang tak sedikit dalam memajukan dan mempopulerkan jenis olahraga ini.
Bahkan pelatih bulu tangkis asal Indonesia juga meningkatkan level permainan olahraga ini di kancah dunia sepanjang 50 tahun terakhir.
Pemain bulu tangkis Tiongkok, Taiwan, Inggris, India, Malaysia, Thailand, Jepang, Kanada, Swedia, hingga Amerika Serikat pun pernah dilatih oleh pelatih dari Indonesia.
Berikut adalah beberapa pelatih Indonesia yang pernah maupun tengah melatih tim bulu tangkis negara lain, di antaranya:
1. Ardy Wiranata - Kanada dan Amerika Serikat
Ardy Wiranata. Foto oleh PBDJarum.com

Ardy Wiranata. Foto oleh PBDJarum.com
Peraih medali perak Olimpiade 1992 — ia dikalahkan oleh sesama pemain Indonesia, Alan Budikusuma — Ardy Wiranata, menjadi pelatih bulu tangkis di pusat pelatihan nasional Kanada sejak 2001. Selanjutnya ia melatih di klub Glencoe, Calgary, Kanada.
Salah satu pemain bulu tangkis yang dilatih Ardy adalah Charmaine Reid, yang memenangkan medali emas ganda putri Pan American 2003 serta perak tunggal dan ganda putri Pan American 2007. Reid juga memenangkan lima Kejuaraan Nasional Kanada antara 2005 hingga 2007, dengan dua kemenangan di tunggal putri dan tiga di ganda putri.
Di Olimpiade 2004, Kanada terhenti di babak 32 besar, dengan salah satu perwakilannya yaitu Charmaine Reid, yang bermain di nomor tunggal dan ganda putri bersama Helen Nichol, walau terhenti di babak tersebut.
Di Olimpiade 2008, perwakilan Kanada terhenti di babak 16 besar, yaitu Anna Rice di tunggal putri dan Mike Beres/Valerie Loker di ganda campuran.
Pada Olimpiade 2012, Michelle Li/Alexandra Bruce meraih peringkat keempat, prestasi terbaik Kanada sejauh ini di Olimpiade, khususnya karena di Olimpiade 2016 perwakilan Kanada tidak lolos seleksi grup.
Sebelum melatih di Kanada, Ardy Wiranata merupakan kepala pelatih tim Amerika Serikat. Sejak 1998, ia melatih tim Amerika Serikat. Salah satu pemain bulu tangkis yang dilatihnya yaitu Kevin Han.
Bulu tangkis bukanlah cabang olahraga unggulan Amerika Serikat, tapi Han sempat meraih medali emas Pan American Games 1999 serta emas Pan Am Badminton Championship 2001 nomor tunggaldan ganda putra. Han juga mengikuti Olimpiade 2000 walau terhenti di babak 16 besar. Hingga kini Amerika Serikat belum pernah meraih medali untuk cabang olahraga bulu tangkis di Olimpiade.
2. Rexy Mainaky - Inggris, Malaysia, Filipina, dan Indonesia
PASANGAN GANDA BULU TANGKIS. Ricky dan Rexy menjalani karir yang berbeda usai tak lagi menjadi atlet. Foto oleh Andika Wahyu/ANTARA

PASANGAN GANDA BULU TANGKIS. Ricky dan Rexy menjalani karir yang berbeda usai tak lagi menjadi atlet. Foto oleh Andika Wahyu/ANTARA
Pemain bulu tangkis nomor ganda asal Malaysia, Kien Keat/Boon Heong, takkan mencapai prestasi mereka sekarang tanpa pelatihan dari Rexy Mainaky, yang menjadi pelatih bulu tangkis di Malaysia pada 2005 hingga 2012.
Keat/Heong disebut sebagai pemain bulu tangkis terbaik yang dilatih Rexy di Malaysia. Mereka memenangkan medali emas di Asian Games 2006 dan memenangkan All England 2007. Keduanya hampir menjuarai Kejuaraan Dunia 2010 tapi berhenti di babak final.
Pada Olimpiade 2008, Keat/Heong terhenti di perempat final karena dikalahkan Kido/Setiawan dari Indonesia.
Pada September 2011, Rexy dipindahkan dari posisinya sebagai pelatih ganda putra ke ganda putri karena Keat/Heong minta pelatih baru untuk mengembangkan diri mereka.
Rexy kemudian melatih Chin Eei Hui/Wong Pei Tty, dan atlet lainnya, sebelum berhenti pada 2012 dan pindah ke Filipina. Belum genap setahun di Filipina, Rexy kembali ke Indonesia.
3. Atik Jauhari - Indonesia, Swedia, Thailand, dan India
Atik Jauhari (tengah) saat memberi pengarahan sebelum sesi latihan. Foto dari Facebook/Atikbadminton

Atik Jauhari (tengah) saat memberi pengarahan sebelum sesi latihan. Foto dari Facebook/Atikbadminton
Selama 25 tahun, tepatnya sejak 1974, Atik Jauhari menjadi pelatih bulu tangkis di Indonesia. Pemain bulu tangkis yang dilatihnya saat itu mencakup Liem Swie King, Hastomo Arbi, Icuk Sugiarto, Eddy Kurniawan, Ardy Wiranata, Hermawan Susanto, Fung Permadi, hingga peraih medali emas Olimpiade Indonesia untuk cabang olahraga bulu tangkis tunggal putra, Alan Budikusuma.
Atik juga melatih ganda putra Tjun Tjun/Johan Wahjudi, Imay Hendra/Bagus Setiadi, Bobby Ertanto/Hadibowo, Eddy Hartono/Gunawan, Antonius/Denny Kantono, Tony Gunawan/Halim Haryanto, Candra Wijaya/Sigit Budiarto, Candra Wijaya/Tony Gunawan; hingga peraih medali emas di Olimpiade 1996, Ricky Subagja/Rexy Mainaky.
Selanjutnya Atik melatih di Swedia, dan di bawah asuhannya tim Swedia mencapai babak final Thomas Cup dan Uber Cup di Malaysia pada 2000, menjuarai Kejuaraan Nasional Swedia sebanyak 3 kali, serta menjadi runner-up Kejuaraan Eropa sebanyak tiga kali.
Atik melatih pula Marina Andrievskaja serta pasangan Par Gunnar Jonsson/Peter Axelsson, dan mereka menjadi runner-up di Kejuaraan Eropa di Skotlandia.
Atik tidak melatih selama tiga tahun, tapi pada 2006 sampai 2008 ia menjadi pelatih bulu tangkis di Thailand. Di bawah bimbingannya, Boonsak Ponsana memenangkan Aviva Open Singapore Super Series 2007, mengalahkan juara dunia, Lin Dan.
Ponsana menembus Olimpiade 2008, walau terhenti di babak 32 besar karena dikalahkan Kuncoro dari Indonesia.
Pada 2009 hingga 2010, Atik pindah melatih ke India. Ia memecahkan rekor dengan perannya dalam membawa India menjadi finalis di Commonwealth Games 2010, serta melatih Saina Nehwal menjadi pemain bulu tangkis perempuan peringkat pertama di dunia.
Atlet peraih perunggu di Olimpiade London 2012 ini merupakan satu-satunya pemain badminton perempuan India yang meraih peringkat pertama, dan pemain bulu tangkis kedua India setelah Prakash Padukone yang meraih pencapaian itu.
4. Tong Sin Fu - Tiongkok
Pemain bulu tangkis seperti Lin Dan tidak akan berprestasi sehebat pencapaiannya kini tanpa pelatih Indonesia-Tiongkoknya, Tong Sin Fu.
Tong Sin Fu, atau Tang Xian Hu alias Fuad Nurhadi, lahir di Lampung dan menjadi pemain bulu tangkis Indonesia, walau kemudian pindah ke Tiongkok ketika ia memasuki usia senior.
Sebagai pemain bulu tangkis, Tong Sin Fu tergolong handal, tetapi konflik Tiongkok membuat pria yang juga dikenal sebagai “Thing Hian Houw” — dan menjadikannya diberi nama panggilan “The Thing” — sulit turun di kompetisi internasional.
Sejak akhir 1979, ia menjadi pelatih bulu tangkis dan tiga tahun kemudian menjadi pelatih nasional Tiongkok. Sekitar lima tahun kemudian, Tong Sin Fu pindah melatih di Indonesia.
Beberapa pemain yang dilatihnya yaitu Icuk Sugiarto, Liem Swie King, dan Hastomo Arbi. Tong Sin Fu juga mendidik Ardy Wiranata, Alan Budikusuma, dan Hariyanto Arbi.
Tong Sin Fu mendampingi pemain bulu tangkis Indonesia di Olimpiade 1992, di mana Alan meraih medali emas dengan kemenangan atas Ardy, dan Susi Susanti merebut emas.
Pemain Indonesia terakhir yang dilatih Tong Sin Fu adalah Hendrawan, yang pada Olimpiade 2000 meraih medali perak.
Namun, Tong Sin Fu tidak berhenti melatih pemain bulu tangkis. Ia pindah ke Tiongkok akibat masalah kewarganegaraan.
Pada Olimpiade 2000, hasil pelatihan Tong Sin Fu tampak karena murid-muridnya saling bertarung. Xia Xuan Ze kalah dari Hendrawan dan meraih perunggu, sementara Hendrawan kalah dari Ji Xin Peng, yang kemudian meraih emas.
Salah satu pemain bulu tangkis hasil binaannya yang kini terkenal yaitu Lin Dan, yang disebut-sebut sebagai “pemain bulu tangkis terbaik sepanjang masa.”
Saat menjadi juara Piala Thomas 2010, atlet yang sempat berniat gantung raket pada 2004 itu menyatakan dirinya beruntung ditangani langsung Tong Sin Fu, yang menurut pria yang dijuluki “Super Dan” ini telah memoles teknik dan menuntun hidupnya.
Lin Dan, yang memenangkan medali emas di Olimpiade 2008 dan 2012, akan bertanding di babak semifinal Olimpiade Riomelawan Lee Chong Wei dari Malaysia, Jumat, 19 Agustus, pukul 18:30 WIB. —Rappler.com

China Kuasai Daftar Medali Bulu Tangkis Olimpiade

sumber : https://sports.sindonews.com


China Kuasai Daftar Medali Bulu Tangkis Olimpiade, Indonesia Naik Peringkat



Walau gagal mengulang aksi sapu bersih lima nomor di cabang bulu tangkis Olimpiade Rio 2016 seperti sukses di London 2012. Kontingen China masih menguasai daftar perolehan medali cabang bulu tangkis di sepanjang sejarah pesta olah raga bangsa-bangsa sedunia empat tahunan itu.



Ya, kontingen China hanya mampu merebut dua medali emas plus sebiji medali perunggu dari cabang bulu tangkis Olimpiade Rio 2016. Dua sukses itu dipersembahkan Chen Long dari nomor tunggal putra, serta pasangan ganda putra Zhang Nan/Fu Haifeng. Sedang satu perunggu disumbangkan ganda campuran Zhang Nan/Zhao Yunlei.



Atas hasil itu, China masih menjadi negara yang paling berkuasa dalam daftar perolehan medali cabang bulu tangkis di arena Olimpiade. Sejak dipertandingkan mulai Barcelona 1992 (ganda campuran baru di Atlanta 1996) Negeri Tirai Bambu telah mengumpulkan 18 medali emas, 8 perak dan 15 perunggu.



Dan apapun hasil dari lima nomor cabang bulu tangkis di Olimpiade Tokyo 2020 nanti. Kedudukan China di posisi teratas daftar ini masih belum tergeser. Mengapa? Karena dua negara pesaing terdekat mereka dalam daftar ini terpaut jauh di pengumpulan medali.



Akan tetapi kabar bagusnya, berkat medali emas yang diraih pasangan Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir dari nomor ganda campuran Olimpiade Rio 2016. Indonesia kini naik ke urutan kedua daftar perolehan medali cabang bulu tangkis Olimpiade dengan 7 medali emas, 6 perak dan 6 perunggu.



Sebelumnya Indonesia berada di urutan ketiga daftar ini kalah dari Korea Selatan yang kini harus rela ganti menduduku posisi kontingen Merah Putih dengan perbendaharaan 6 medali emas, 7 perak dan 6 perunggu.



Adapun dua negara mencatat rekor baru di Rio 2016. Medali emas tunggal putri yang dicatat Carolina Marin, menjadikan Spanyol sebagai negara keenam yang mampu meraih podium juara di arena Olimpiade. 



Sehari sebelumnya, pasangan ganda putri Ayaka Takahashi/Misaki Matsumoto menorehkan rekor baru setelah mempersembahkan medali emas pertama bagi Jepang di cabang bulu tangkis Olimpiade sekaligus menjadi negara kelima yang pernah merasakan manisnya podium juara ajang ini.



Namun ketidakberuntungan menaungi Malaysia. Karena mereka masih belum mampu memenangkan medali emas cabang bulu tangkis Olimpiade. Padahal di Rio 2016, Negeri Jiran berpotensi memecahkan rekor tersebut. 



Tapi dari tiga wakil mereka yang tampil di final, yaitu Datuk Lee Chong Wei (tunggal putra), Goh V Shem/Tan Wee Kiong (ganda putra) serta Chang Peng Soon/Goh Liu Ying. Semuanya tunduk dari lawan-lawannya dan harus puas meraih medali perak. 



Daftar perolehan medali cabang bulu tangkis di sepanjang sejarah Olimpiade
Ranking*Negara*Emas*Perak*Perunggu*Total
1*China*18*8*15*41
2*Indonesia*7*6*6*19
3*Korea Selatan*6*7*6*19
4*Denmark*1*3*4*8
5*Jepang*1*1*1*3
6*Spanyol*1*0*0*1
7*Malaysia*0*6*2*8
8*Inggris Raya*0*1*2*3
9*India*0*1*1*2
10*Belanda*0*1*0*1
11*Rusia*0*0*1*1
Total*34 emas*34 perak*38 perunggu*106 

10 ATLET BULUTANGKIS TERHEBAT SEPANJANG MASA

sumber : http://urusandunia.com/atlet-bulutangkis/
Badminton atau lebih dikenal dengan nama bulutangkis merupakan salah satu olahraga paling populer di seluruh dunia. Bulutangkis dipertandingkan dalam olimpiade sejak tahun 1992. Olahraga ini menuntut mental, ketangkasan dan strategi dalam memainkan raket dan shuttlecock. Bulutangkis terbagi jadi 5 jenis events, yaitu Women’s Singles(tunggal putri), Men’s Singles(tunggal putra), Women’s Doubles(ganda putri), Men’s Doubles(ganda putra) dan Mixed Doubles(ganda campuran).
Sejak kelahirannya, bulutangkis menjadi salah satu olahraga yang paling digemari di tanah air. Sejarah juga mencatat prestasi anak bangsa yang mengharumkan nama Indonesia dalam berbagai olimpiade bulutangkis internasional, mulai dari legenda Susi Susanti sampai Taufik Hidayat. Nama-nama tersebut hanyalah sedikit dari para juara bulutangkis asal Indonesia.
Dari 5 events bulutangkis, pertandingan tunggal putra memiliki lebih banyak peminat dibanding event lainnya. Selain ketangkasan yang memukau, persaingan ketat tunggal putra Indonesia selalu bersaing ketat dengan China pada hampir setiap final bulutangkis dunia. China memang menjadi lawan terberat Indonesia sejak dulu.
Atlet bulutangkis putra dari seluruh dunia seperti China, Malaysia, Denmark dan Indonesia memiliki kemampuan luar biasa. Kemampuan ini telah diakui oleh dunia sebagai legenda dan masuk dalam jajaran negara dengan atlet bulutangkis terbaik. Berikut adalah 10 atlet bulutangkis terbaik sepanjang sejarah.

1. Lin Dan

atlet bulutangkis asal cina ini merupakan atlet terbaik pada masanya
via: https://i.ytimg.com
Lin Dan merupakan atlet bulutangkis kelahiran 14 Oktober 1983 di Longyan, Fujian, China dan mendapat julukan “Super Dan” oleh Peter Gade. Ia berhasil memenangkan Olimpiade dua kali, juara All England lima kali, juara dunia lima kali. Ia juga dianggap sebagai atlet bulutangkis pria terbaik sepanjang sejarah. Lin Dan menjuarai sembilan gelar utama dalam dunia bulutangkis dan menyelesaikan “Super Grand Slam” di usianya yang masih terbilang muda, 28 tahun.
Ia juga berhasil menjadi yang pertama dan satu-satunya atlet bulutangkis yang mencapai prestasi tersebut. Lin Dan pertama kali mendapatkan medali emas pada Olimpiade tahun 2008 dan gelar tersebut bertahan sampai 2012. Ia juga menjadi satu-satunya atlet bulutangkis nomor tunggal putra yang sampai saat ini mampu mencapainya.
Lin Dan dianggap lebih hebat dari Eddie Choong pemain of the year dua kali pada tahun 2006 dan 2007. Ia berhasil menjadi atlet putra BWF terbaik pada tahun 2008 dan terpilih sebagai Most Valuable Player pada ajang Asian Games 2010 di China.
Bisa dikatakan, Lin Dan merupakan atlet bulutangkis ideal yang memiliki ketangkasan, kecepatan, strategi, mental dan postur tubuh ideal. Hal ini membuatnya menjadi atlet bulutangkis terbaik sepanjang sejarah.
Untuk mengundang Lin Dan sebagai tamu khusus membutuhkan dana yang tidak sedikit. Pada acara Total BWF World Championship 2015 yang digelar di Senayan Jakarta, total dana yang harus dikeluarkan oleh sponsor mencapai 600.000$ atau setara 8 miliar rupiah.

2. Taufik Hidayat

putra tanah air ini merupakan atlet bulutangkis hebat pada masanya
http://media.vivanews.com/
Taufik Hidayat merupakan anak bangsa yang lahir pada 10 Agustus 1981 di Bandung. Ia dijuluki sebagai pebulutangkis paling berbakat dalam sejarah. Berbeda dengan Lin Dan yang mendapat bantuan fasilitas terbaik dalam meningkatkan kemampuannya bermain bulutangkis, Taufik Hidayat hanya mendapat fasilitas biasa-biasa saja dalam berlatih.
Taufik Hidayat adalah pemain bulutangkis yang memulai karir profesionalnya pada usia 15 tahun dan berhasil menjadi nomor 1 ketika berusia 17 tahun. Dirinya berprestasi lebih awal dibanding Lindan atau Lee Chong Wei. Walau seumuran, Taufik berada dalam generasi yang berbeda dari saingannya tersebut.
Taufik Hidayat dan Lin Dan dijuluki sebagai saingan sejati atau disebut “Arch Rivals”(musuh bebuyutan), karena sama hebatnya dan sama kuatnya. Taufik Hidayat juga tercatat sebagai legenda bulutangkis Indonesia dan dunia yang disebut fantastic four badminton bersama dengan Peter Gade, Lee Chong Wei dan Lin Dan.
Permainan yang sangat memukau seperti backhand keras dan tepat, permainan net yang indah dan sulit ditaklukan lawan, smash keras dan silang serta drop shot apik ditambah mental juara membuat Taufik Hidayat berhasil meraih emas 6 kali berturut-turut dalam Indonesia Open dari tahun 1999 sampai 2006. Ia juga berhasil meraih piala emas pada Olimpiade 2004 dan Word Championships 2005 serta dua kali mendapat emas dalam ajang Asian Games 2002 dan 2006.
Selain dijuluki sebagai Most Talented Player of All Time, Taufik juga merupakan pemain paling sabar dan mendapat julukan “Mr. Backhand”.

Sekarang ia telah memasuki masa pensiun dan mendirikan pusat pelatihan bulutangkis yang bernama Taufik Hidayat Arena yang beralamat di Ciracas, Jakarta Timur. Pelatihan ini berdiri sejak thaun 2012 lalu sejak ia resmi pensiun sebagai atlet bulutangkis.

3. Lee Chong Wei

wei meruapkan atlet bulutangkis jago dan handal asal cina
via: amazonaws.com
Lee Chong Wei merupakan atlet bulutangkis asal Malaysia yang lahir pada 21 Oktober 1982 di Bagan Serai, Perak, Malaysia. Prestasinya tidak sehebat Taufik Hidayat, Lee Chong Wei hanya berhasil meraih medali perak pada Olimpiade 2008 dan 2012 namun ia berhasil menjadi atlet Malaysia pertama yang bertanding di final tunggal putra pada Olimpiade bulutangkis.
Perdana Menteri Malaysia Najib Tun Razak menyematkan gelar pahlawan nasional pada Lee Chong Wei dan memberi gelar “Dato” atas sumbangsihnya pada olahraga Malaysia. Lee Chong Wei menjadi pebulutangkis nomor 1 di dunia dari 21 Agustus 2008 hingga 14 Juni 2012.
Ia merupakan satu-satunya atlet bulutangkis asal Malaysia yang berhasil memegang posisi teratas dunia lebih dari setahun. Otobiografinya yang berjudul “Berani Menjadi Juara” terbit secara resmi pada 18 Januari 2012.

4. Tony Gunawan

maju sebagai atlet bulutangkis ganda merupakan pilihan tepat bagi tony
via: http://img.poptower.com/
Atlet bulutangkis asal Indonesia Tony Gunawan dianggap sebagai salah satu atlet ganda terbaik dalam sejarah bulutangkis oleh banyak orang. Tony Gunawan mewakili Indonesia pada tahun 1992 sampai 2001 dan sekarang menjadi pelatih bulutangkis di Amerika Serikat sejak tahun 2001.
Dengan 3 partner yang berbeda, ia meraih medali emas pada Olimpiade Sydney tahun 2000 dan World Champioship 2001 Seville. Selain itu ia juga memenangkan Kejuaraan Dunia Anaheim pada tahun 2005.
Tony juga mejuarai pertandingan gelar ganda campuran yaitu Puerto Rico Terbuka, Taipei Terbuka , AS Terbuka, dan SCBA Classic. Tony mendapat total 35 gelar internasional sepanjang karirnya dan berhasil memenangkan All-England Open 2001, serta Kejuaraan Dunia IBF 2001dengan partnernya yaitu Halim Haryanto. Setelah pensiun sebagai pemain, ia sekarang menjadi pelatih kepala di klub badminton 2 San Gabriel (Pomona).

5. Rudi Hartono

rudy hartono merupakan legenda hidup bulutangkis
via: wordpress.com
Rudy Hartono Kurniawan merupakan mantan atlet bulutangkis terbaik Indonesia yang lahir pada tanggal 18 Agustus 1949. Ia dianggap sebagai salah satu atlet bulutangkis terbaik sepanjang masa. Dia berhasil menjuarai pertandingan bergengsi All England Championship sebanyak 7 kali berturut-turut dari tahun 1968 hingga 1974.
Pada tahun 1980 ia berhasil menjadi juara dunia pada pertandingan nomor tunggal. Selain Rudy, saudarinya yang bernama Utami Dewi Kinard juga merupakan pebulutangkis internasional. Utami memenangkan Piala Thomas Indonesia sebanyak 6 kali berturut-turut antara tahun 1967 sampai 1982. Pada tahun 1970 hingga 1979, Rudy Hartono juga membantu Indonesia untuk memenangkan 4 kejuaraan dunia berturut-turut.

6. Liem Swie King

pebulu tangkis terkemuka asal kudus jawa tengah meruapkan atlet bulutangkis hebat
via: wordpress.com
Liem Swie King merupakan mantan atlet bulutangkis profesional asal Indonesia yang lahir pada tanggal 28 februari 1956 di Kudus, Jawa Tengah. Pada era 1980-an ia dianggap sebagai salah satu pemain tunggal putra terkemuka di dunia dan juga merupakan kekuatan paling dominan antara akhir 1970an sampai pertengahan 1980-an.
Sebagai pemain ganda pria, ia memiliki ketrampilan yang luar biasa, keganasan jump smashnya membuat lawannya bergidik ketakutan. Pada usia 15 tahun ia berhasil keluar sebagai juara pada kejuaraan bulutangkis Jawa Tengah.
Djakarta Badminton Open Tournament yang digelar pada bulan November 1972 menjadi tempat pertama Liem menorehkan prestasi. Ia juga berhasil menjuarai Gubernur Jawa Tengah Championship “Piala Moenadi” 3 tahun kemudian. Prestasi dan jalan hidupnya diabadikan menjadi film anak bangsa berjudul “King”.

7. Morten Frost Hansen

atlet bulutangkis terbaik se eropa ini bernama morten frost
via: sports247.my
Morten Frost Hansen merupakan mantan atlet bulutangkis terbaik asal Denmark yang lahir pada tanggal 4 April 1958. Ia mendapat julukan “Mr. Badminton” atas jasa besarnya dalam dunia Badminton. Selama dua belas tahun terakhir ia memegang posisi 3 besar dunia ketika mewakili Denmark pada kejuaraan bulutangkis Internasional.
Moten juga berhasil meraih medali perak pada kejuaraan bulutangkis dunia sebanyak 2 kali pada tahun 1985 dan 1987. Ia juga sempat menjadi perbincangan media dengan judul “pemain bulutangkis terbesar di dunia mungkin tidak akan pernah juara dunia” karena kekalahannya di kejuaraan dunia kedua.
Selain itu ia pernah meraih All England Terbuka sebanyak 4 kali dan berhasil memenangkan kejuaraan bulutangkis Eropa dua kali. Hansen juga menjadi juara pada kejuaraan Nordic disetiap tahunnya dari tahun 1978 sampai 1984 dan berhasil menjadi juara lagi pada tahun 1988.

8. Peter Hoeg Gade

atlet bulutangkis ini dijuluki arch rival dengan taufik hidayat
via: i.ytimg.com
Peter Hoeg Gade merupakan pebulutangkis asal Denmark yang lahir pada tanggal 14 Desember 1976, di Aalborg, Denmark. Ia merupakan rival sekaligus sahabat dekat dari Taufik Hidayat. Saat ini ia beristrikan mantan pemain handball internasional yang bernama Camilla Hoeg dan tinggal bersama di Holte, Hopenhagen.
Sampai saat ini Denmark merupakan negara Eropa terbaik dalam hal bulutangkis. Ini dibuktikan dengan prestasi Peter Gade yang menjadi juara para Kejuaraan Eropa tunggal putra berturut-turut sebanyak 5 kali dan mendapat emas pada kejuaraan All England Open Badminton Championship tahun 1999.
Ia berada pada posisi teratas di Peringkat Dunia dari tahun 1998 sampai 2001, dan berhasil mendapatkan 22 gelar pada Grand-Prix selama rentang waktu itu. Pada 22 Juni 2006 Gade berhasil mendapatkan kembali peringkat satu BWF.
Di kampung halamannya sendiri, Gade pernah menjadi juara pada Danish National Championship sebanyak 10 kali sepanjang karirnya sebagai atlet bulutangkis. Peter juga pernah menjadi pemain of the year dari IBF pada tahun 1998 dan mendapat Special Award dari DBF pada tahun 2006.

Sekarang ini pengganti Peter Gade sebagai atlet bulutangkis Danish adalah Jorgensen yang sangat lihai dan lincah dengan kaos kaki bolanya. Aksinya yang “slengean” sebanding dengan ketangguhannya sebagai pebulutangkis.

9. Chen Long

atlet bulutangkis ini tidak sehebat lin dan namun memiliki kesabaran lebih
via: ndtvimg.com
Chen Long merupakan atlet bulutangkis asal China yang disebut-sebut sebagai penerus Lin Dan. Dalam usia 25 tahun ia terus berprestasi mengikuti pendahulunya Lin Dan. Mungkin kelebihan Chen Long tidak sebanyak Lin Dan, namun kesabaran dan stabilitas permainannya mengungguli Lin Dan.
Atlet bulutangkis kelahiran 18 Januari 1989 di Distrik Shashi, Jingzhou, Hubei, China ini menjadi bagian dari kemenangan tim China dalam meraih medali emas pada Piala Thomas 2010 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia. Dia juga pernah meraih juara pada tunggal putra junior BWF World Junior Championships pada tahun 2077. Chen Long juga berhasil memenangkan Asian Junior Badminton Championships pada tahun 2007.
Karirnya sebagai atlet bulutangkis profesional pertama kali dicapai lewat kejuaraan Bitburger Open di Jerman pada tahun 2010 dimana ia sukses mengalahkan Hans-Kristia Vittinghus di final event GP dan meraih medali emas. Tak hanya itu, pada tahun 2013 ia berhasil mengalahkan Lee Chong Wei dan menjuarai All England Open.
Pada awal tahun 2015 sampa sekarang Chen Long menduduki peringkat pertama pemain tunggal putra menyisihkan para pesaingnya setelah berhasil menjadi juara pada kejuaraan Li Ning BWF World Championship 2014. Tidak hanya itu, pada Agustus 2015 Chen Long juga menjadi pemain speed yang menempati urutan pertama dan diperkirakan akan menjadi juara pada Total World Championships yang akan digelar di Jakarta sampai tanggal 17 Agustus 2015.

10. Eddy Choong

karena jasanya yang besar dibidang atlet bulutangkis, eddy choong mendapat gelar datuk kehormatan
via: wordpress.com
Eddy Choong merupakan mantan pebulutangkis terbaik asal Malaysia yang telah wafat pada tanggal 28 Januari 2013. Pria kelahiran 29 Mei 1930 ini selain pernah bermain sebagai pemain tunggal juga pernah bermain sebagai ganda putra dengan saudaranya David Choong.
Choong tercatat sebagai juara All England Open Badminton Championships sebanyak 4 kali dan juga berhasil memenangkan ganda putra pada tahun 1951 sampai 1953 dengan saudaranya. Kelebihan Choong ialah keuletan, kecepatan dan staminanya.
Dia merupakan anggota perintis dalam dunia pebulutangkisan Malaysia dalam Piala Thomas 1995. Sebagai penghargaan atas kontribusinya yang begitu besar dalam dunia bulutangkis, Badminton World Federation menganugerahkan penghargaan khusus yang bernama Eddy Choong Player of The Year.
Bagaimana kabar atlet bulutangkis asal Indonesia selepas pensiunnya Taufik Hidayat? Tentu masih ada harapan, namun prestasi tunggal putra dan putri tanah air tampaknya masih jauh tertinggal dari China. Namun pada Ganda Campuran, Ganda putra dan putri Indonesia masih memiliki harapan untuk menyumbangkan emas dalam Olimpiade. Semoga para atlet bulutangkis muda tanah air memiliki prestasi yang membanggakan.